Kerajaan Tarumanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kata Tarumanagara berasal dari kata Taruma dan negara. Negara berarti kerajaan atau negara, dan Taruma, berasal dari Tarum, mewakili Sungai Citarum dan warna nila. Dalam tradisi Sudan, pewarna yang diekstrak dari daun Tarum berwarna nila.

Batu terukir

Kerajaan Terawal

Kerajaan yang tercatat paling awal di Indonesia adalah kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Sudan, dipengaruhi oleh budaya India dan Hindu, adalah yang paling berpengaruh di wilayah ini. Bogor modern mewakili pusat kerajaan. Perbatasan kerajaan adalah Laut Jawa di Utara, Selat Sunda di Barat, dan Sungai Cipamali di Timur. Sungai ini membelah wilayah Sunda dan Jawa.

Batu terukir

Penguasa Pertama Yang Diketahui

Rajadirajaguru Jayasingawarman mendirikan Kerajaan Tarumanagara pada tahun 358 MASEHI, menurut prasasti tersebut. Lima batu ini ditemukan di daerah Bogor. Batu keenam terletak di Jakarta dan ketujuh di Lebak Banten. Batu yang diukir ini disebut prasasti, menampilkan Surat Pallava dan bahasa Sanskerta. Setiap batu memiliki nama: Kebon kopi, Tugu, Cidanghiyang atau Munjul, Ciaruteun, Muara Cianten, Jumbu, dan pasir Awi.

Akhirnya, Kerajaan Tarumanagara terbagi menjadi kerajaan Sunda dan Galuh pada tahun 670 MASEHI. Sungai Citarum membagi kedua Kerajaan ini. Kerajaan Galuh menutupi Jawa Tengah dan Kerajaan Sunda terletak di sebelah Barat.

Sunda dan Galuh

Daftar 12 Penguasa Kerajaan Tarumanagara

Jayasingawarman 358-382

Dharmayawarman 382-395

Prunawarman 395-434

Wisnuwarman 434-455

Indrawarman 455-515

Candrawarman 515-535

Suryawarman 535-561

Kertawarman 561-628

Sudhawarman 628-639

Hariwangsawarman 639-640

Nagajayawarman 640-666

Linggawarman 666-669

Tarusbawa 670-690

Comments are closed.