Hari Buruh: 1 Mei

Hari Buruh: 1 Mei
[AJ+]. (2015, April 30) Workers of the World Unite and Fight-May Day Explained [Video File]. Retrieved from
https://www.youtube.com/watch?v=i-ulhdrB_rE

May Day (sering disebut lokal sebagai Hari Buruh) di Indonesia pertama kali diamati sebagai hari libur umum pada tahun 2014. Setiap tahun pada hari ini, para buruh turun ke jalan-jalan di kota-kota besar di seluruh negeri, menyuarakan tuntutan mereka akan pendapatan yang lebih baik dan mendukung kebijakan dari pemerintah.

Yang pertama di bulan Mei beroperasi dengan berbagai nama: Hari Buruh Internasional, Hari Buruh, Hari Buruh, dan Hari May. Ini telah diakui secara internasional sejak 1904. Secara historis, ini adalah kesempatan bagi pekerja untuk memprotes dan merayakan hari kerja delapan jam.

Sejarah liburan dimulai di Amerika Serikat. Sebuah kisah klasik tentang eksploitasi buruh oleh elit kapitalis. Gerakan itu untuk hari kerja delapan jam. Sebelum ini, tidak jarang memiliki 10-16 jam hari kerja dan kondisi yang sangat buruk bagi buruh. Tidak ada undang-undang pekerja anak pada saat ini dan anak-anak dikenakan kondisi yang sama seperti orang dewasa.

Di Amerika Serikat, kelompok-kelompok sosialis dan anarkis mulai membentuk organisasi-organisasi buruh untuk memerangi penganiayaan buruh oleh elit kapitalis. Pada 1 Mei 1886, lebih dari 300.000 pekerja meninggalkan pekerjaan mereka di Amerika Serikat untuk memprotes kondisi kerja yang tidak adil.

Chicago, Illinois adalah pusat dari protes ini. Para pengunjuk rasa yang damai di kota itu akhirnya bertambah menjadi lebih dari 100.000. Semua protes buruh damai sampai 3 Mei 1886. Agitasi tumbuh dari pemogokan Serikat Pekerja Logam yang sedang berlangsung. Pemukulan teratur oleh polisi dan agen Pinkerton berlanjut sampai para pemogok mulai melempari batu untuk pertahanan. Polisi menembaki kerumunan yang menewaskan sedikitnya dua penyerang dan melukai banyak lainnya.


Image by FineArtAmerica

Haymarket Square adalah lokasi yang dipilih untuk membahas kebrutalan polisi hari sebelumnya. Meskipun protes itu tidak banyak hadir dan damai, ketegangan mulai meningkat. Ketika kerumunan bubar, sebuah bom dilemparkan ke kerumunan polisi oleh orang tak dikenal. Tidak diketahui apakah pembom itu seorang anarkis, Pinkerton, polisi atau simpatisan buruh. Polisi merespons dengan tembakan. Diperkirakan setidaknya tujuh atau delapan warga sipil tewas dan empat puluh lainnya terluka. Peristiwa tersebut mengakibatkan kematian akhirnya delapan polisi.

Delapan anarkis ditangkap dan dibawa ke pengadilan. Realitas dari situasi ini adalah bahwa kaum anarkis tidak ada hubungannya dengan kekerasan. Mereka dipenjara karena memiliki keyakinan politik dan sosial yang berbeda. Persidangan merupakan penyalahgunaan kekuasaan hukum dan mewakili kepentingan bisnis kapitalis.


Haymarket Riot 1886 Image by Painting and Frame

Meskipun Amerika Serikat tidak merayakan hari kerja 1 Mei, itu adalah sumber asalnya. Amerika Serikat merayakan hari Buruh pada hari Senin pertama bulan September. Rayakan hak-hak global pekerja secara damai pada 1 Mei 2019 ini.

Comments are closed.